Oleh: tyokronisilicus | 20 Mei 2010

isu ekologi dan lingkungan hidup dalam perubahan iklim global (perspektif ekonomi politik internasional)

Dimensi Ekologi

Salah satu tema/masalah pokok dalam dimensi ini dalah perubahan iklim. Selama 50 tahun terakhir telah dapat dibuktikan bahwa pemanasan global yang seakrang ini kita rasakan yang terjadi terutama karena ulah manusia sendiri. Emisi dari gas-gas rumah kaca seperti CO2 dan N2O dari kativitas manusia adalah penyebabnya. Konsentrasi gas CO2 di atmosfer naik 30% selama 150 tahun terakhir. Kenaikan jumlah emisi CO2 ini terutama disebabkan karena pembakaran sumber energi dari bahan fosil (antara lain minyak bumi). Selain itu perubahan dalam penggunaan sumber alam lainnya juga memberikan konstribusi pada kenaikan jumlah CO2 di atmosfer: 15% oleh penggundulan dan pembakaran hutan dan lahan untuk diubah fungsinya, misalnya dari hutan lindung menjadi hutan produksi.

Masalah ekologi lainnya adalah degradasi tanah atau hilangnya kesuburan tanah. Ini dapat diakibatkan oleh erosi akibat air dan angin, penggaraman dan pengasaman, dll. Penyebab hilangnya kesuburan tanah lainnya adalah hilangnya lapisan humus dan mikro organisme, zat makanan pada tanah, kemampuan tanah menguraikan sampah/limbah. Tanah yang tandus adalah akibat degradasi tanah sumber tanah seperti yang sudah lama pada beberapa daerah tandus di Indonesia. Diseluruh dunia, 15% mengalami degradasi. Selain itu diakibatkan erosi oleh air dan angin, degradasi tanah ini juga disebabkan oleh penggunaan zat-zat kimia (pestisida).

Terancamnya kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati oleh tangan manusia juga masalah ekologi lainnya, hilang atau punahnya keanekaragaman biologis tidak hanya berarti sumber daya alam yang tidak ternilai yang dapat digunakan untuk obat-obatan tapi juga mengancam keberlangsungan ekosistem secara keseluruhan, mengancam kemampuan alam sebagai penyedia sumber daya untuk produksi (fungsi ekonomis) dan dalam melakukan fungsi regulasinya. Konsumsi air dari tahun ke tahun juga terus bertambah sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk, industri dan usaha-usaha di sektor pertanian. Dari total konsumsi air di seluruh dunia, sekitar 70% digunakan untuk memenuhi kebutuhan sektor pertanian. Pencemaan air dan tanah semakin memperburuk ketersediaan air bersih bagi kelangsungan hidup manusia. Pencemaran air dan tabah ini terutama di sebabkan oleh penggunaan pupuk dan pestisida untuk pertanian dan perkebunan

Kaitan Ekologi Dengan Ekonomi Politik Lingkungan Hidup Internasional

Memisahkan atau memperlakukan ekologi dengan ekonomi politik lingkungan hidup internasional sebagai bidang yang berbeda merupakan hal yang tidak mungkin dilakukan pada masa sekarang. Kajian-kajian ekonomi politik hal tersebut harus memperhatikan faktor-faktor ekologi dikarenakan bumi kita cuma ada satu meskipun didalamnya telah terbagi dalama lima benua dan ratusan negara. Sehingga perlu adanya instrumen hukum internasional maupun nasional untuk melindungi dan menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman perubahan iklim dan pemanasan global yang semakin mengkhawatirkan umat manusia.

Isu-isu global yang muncul dewasa ini menunjukkan pada kenyataan bahwa teknologi baru dalam tranportasi, komunikasi, produksi dan distribusi terkait dengan perusakan lingkungan hidup. Dari isu dan kenyataan yang telah berlangsung tersebut kemudian tercipta sejumlah besar kaitan antar negara, masyarakat, kota dan bahkan desa di seluruh muka bumi.Keterkaitan tersebut selanjutnya melahirkan berbagai isu global mengenai lingkungan hidup, energi, pangan, kependudukan, HAM, interdependensi/dependensi ekonomi, pembangunan, dan lain-lain. Suatu isu disebut isu global jika jaringan yang terdiri dari penduduk berbagai belahan bumi ini meyakini bahwa hal tersebut memang menjadi isu yang menyangkut kepentingannya atau kalau sejumlah besar penduduk bumi ini telah yakin bahwa isu itu memang telah menunjukkan gejala bahkan akibat yang nyata serta dirasakan dan mempengaruhi di seluruh muka bumi.

Seluruh umat manusia memang tengah dihadapkan pada banyak masalah lingkungan hidup, yang secara global mempengaruhi setiap orang. Dan masalah ini hanya bisa dikelola secara efektif dengan berdasarkan pada kerja sama yang dilakukan oleh semua negara atau oleh sebagian besar negara-negara di dunia. masalah-masalah yang sedang menjadi isu bersama itu diantaranya; pemanasan global (global warning), perubahan iklim serta emisi gas rumah kaca, penipisan lapisan ozon, pencemaran lingkungan hayati, penggudulan hutan, pengelolaan dasar laut dan masalah-masalah lingkungan hidup lainnya.

Peningkatan skala persoalan –persoalan lingkungan hidup baik berskala lokal maupun regional yang ditunjukan dengan adanya penurunan secara tajam kualitas udara kota, penggundulan (deforestation) dan kekeringan (desertification). Permasalahan seperti ini  telah memancing reaksi internasional, menghisap sumber ekonomi serta struktur sosial dari negara lemah dan miskin, memperluas serta memperburuk konflik dan ketegangan dalam atau antarnegara, serta mendorong peningkatan arus fungsi. Degradasi lingkungan hidup dibeberapa negara berkembang bahkan negara industri dapat mempengaruhi kepentingan politik dan keamanan.

Problem datang dari hubungan erat dan resiprokal antara munculnya persoalan lingkungan hidup dengan kemajuan ekonomi yang secara efektif terglobalisasi. Ada sejumlah persoalan ekologi yang ditimbulkan dengan adanya kemakmuran negara-negara industri, dimana kemakmuran tersebut dibangun dengan perilaku konsumsi energi tinggi yang disertai penghisapan sumber daya alam sehingga masalah ekologi yang tercakup di dalamnya memberi dampak terhadap sistem ekonomi dunia. Lalu dari sisi negara-negara berkembang, terlihat garis keterhubungan antara degradasi ekonomi, tekanan populasi dan kemiskinan.

Masalah lingkungan hidup yang diciptakan oleh kemakmuran serta sebaliknya oleh kemiskinan memicu pada meningkatnya perhatian serta kebutuhan untuk membangun mekanisme baru dalam mengimplementasikan peralihan ke arah pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Ciri-ciri dari isu lingkungan hidup yang baru adalah: isu atau masalah yang dihadapi bernuasa global, setiap pelosok dunia merasakan dampaknya, upaya penanggulangan masalah perlu ditangani bersama dan tidak bisa sendiri-sendiri secara sporadis. Perlunya konsep pembangunan berkelanjutan untuk menjadi tekad, kesepakatan, dan kepedulian global (global concern). Kesadaran atas konsep ini hendaknya menjadi kepentingan setiap negara, baik karena tingkat interdepensi tinggi yang hadir pada setiap bagian dari ekonomi global maupun karena hal itu menimbulakan persoalan penting menyangkut pelestarian sumber daya lingkungan hidup, tetapi merupakan institusi utama yang menangani bekerjanya ekonomi dunia, contohnya World Bank serta IMF.

Dengan begitu maka kecenderungan dapat dilihat menunjukkan bahwa institusi-institusi tersebut memasukkan topik kepedulian terhadap lingkungan ke dalam ruang lingkup perencanaan ekonomi serta pembuatan keputusan dengan tidak memisahkan dari keterkaitanya dengan persoalan pokok di bidang ekonomi. Dengan begitu isu lingkungan hidup tidak lagi diperlakukan sebagai ruang lingkup pinggiran. Sejak berlangsunya konferensi lingkungan hidup sedunia di stockhlom, swedia tahun 1972, masalah lingkungan hidup ini telah mendapatkan perhatian yang cukup besar. Berlanjut dengan konferensi yang sama di Rio de Janeiro, Brasil tahun 1992 yang disebut KTT Bumi (earth summit), pertemuan sedunia di Tokyo tahun 1996 yang membahas tentang Global Warming. kemudian KTT Bumi ke-2 di johanesburg, afrika selatan pada tahun 2002. Singkatnya dewasa ini isu tentang lingkungan telah ditanggapi secara serius.

About these ads

Responses

  1. terimakasih…

  2. Sangat menarik artikelnya dan terima kasih

  3. thanx bwat artikel aaaa……..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: